Selintas bayang
Dalam gelap malam
Timbul memeluk bulan
Lelap duduk bersemayam
Menanti kilau bercucuran
Sepoi yang datang merangkul ragu
Bila dilihat, tak berkedip sejengkal mata
Bintang mengintik penuh malu
Sembunyi bersama deru awan yang menggebu
Bintang mulai berkeliaran
Sembari menyanyi lalu lalang
Menebar bunga disudut sinar
Menanti akan datang kabar
Dalam manis, meniti rasa
Tersenyum pula kala sunyi tak lagi hampa
Dan dada yang sukar mera
Sirna kala suka menggelut luka
Lantas, masihkah ada selasar jiwamu?
Untuk menaruh nur dalam ruang?
Yang bersarang diatas rindu
Merangkul membelah menembus ruang rindu.
Timbul memeluk bulan
Lelap duduk bersemayam
Menanti kilau bercucuran
Sepoi yang datang merangkul ragu
Bila dilihat, tak berkedip sejengkal mata
Bintang mengintik penuh malu
Sembunyi bersama deru awan yang menggebu
Bintang mulai berkeliaran
Sembari menyanyi lalu lalang
Menebar bunga disudut sinar
Menanti akan datang kabar
Dalam manis, meniti rasa
Tersenyum pula kala sunyi tak lagi hampa
Dan dada yang sukar mera
Sirna kala suka menggelut luka
Lantas, masihkah ada selasar jiwamu?
Untuk menaruh nur dalam ruang?
Yang bersarang diatas rindu
Merangkul membelah menembus ruang rindu.
Komentar
Posting Komentar